mahalabiu di tepi karangmumus


seorang anak di sebuah bangunan tua

Dec
19

seorang anak. kulitnya hitam tak legam. rambut ikal yang tak terlalu banyak. ia berlari menapaki tegel di sebuah klinik. tanda penunjuk arah ia raih. ia angkat dan letakkan. kayunya yang lepas, digunakannya menjadi sebuah pemukul. tawa dan tangis bergantian menghiasi wajah mungilnya.

ia tak sedang menunggu. walau sang ayah terlihat lelah mengikuti keliarannya. “terlalu lama sang mama di dalam”, ujarnya pelan. “sudahlah nak. mari kita duduk. menunggu mama menyelesaikan urusannya. waktu akan selalu berjalan. tak lelahkah dirimu berlarian”

anak lelaki tetap bergerak. tak beraturan. sesekali ia menyaksikan kereta dorong yang berlalu lalang. cahaya mentari menembus kaca tak menarik perhatiannya. deru motor dan bajaj yang bergantian, belum mampu mengalahkan keriangannya.

seorang wanita paruh baya masih gelisah. menantikan kerabatnya datang. perempuan muda lainnya masih termenung di pundak seorang lelaki. anak perempuan menyantap nasi padang untuk makan siangnya. beberapa lagi, hilir mudik, entah bertarung pada siapa.

bangunan tua. dengan cat yang sudah mengelupas. menyisakan wajah suram ibukota negeri. pergulatan jaman tergambar jelas di dalamnya. tak sekedar nadi kehidupan. riak-riak nafas berpadu dalam menantikan ruang yang tak bersekat. pada satu waktu, yang bisa jadi empat tahun nanti.

aku. duduk diam. bilah rokok tak hembuskan asap putih. senyap dalam jiwa. benih kehidupan di sebuah persimpangan.

One Response to “seorang anak di sebuah bangunan tua”

  1. nonadita Says:

    Apa yang dilakukan oleh ibu si anak di ruangan itu?

Leave a Reply

babi